Thursday, 30 June 2016
MEMASUKI BABAK FINAL RAMADHAN
Saudaraku,
kita memasuki malam puncak dari malam-malam di bulan Ramadhan. Inilah babak Final! Prime Time yang harus kita manfaatkan! Persiapkan diri anda! Ini adalah kelas akselerasi!
10 hari terakhir, diantara malam-malam tersebut ada satu malam dimana kita berkesempatan (jika berhasil) meraih pahala seperti beribadah selama 1000 bulan. Dalam firman Allah disebutkan,
*"Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan."* (QS. Al-Qadar: 3)
Dan untuk malam spesial ini, bukan saja pahala berlipat yg akan kita dapatkan, namun juga ampunan, ya ampunan dari dosa-dosa kita.
Sabda Nabi -shalllallahu alaihi wa sallam- yang sangat terkenal:
"*Barangsiapa yg menghidupkan malam lailatul qadr karena iman dan mengharapkan pahala, maka Allah ampuni dosa-dosanya yang telah lalu.*"
(HR. Bukhari)
Dengan demikian, tidak heran jika Aisyah -radhiyallahu 'anha- bertutur:
*"Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersungguh-sungguh dalam beribadah dengan kesungguhan yang tidak pernah terlihat di waktu-waktu yang lain."*
(HR. Muslim)
Renungkanlah...
Jika sosok sekaliber *Nabi yang akan membuka pintu Surga pertama kali* di hari kiamat masih mencari malam tersebut, lalu bagaimana dengan kita?
Jika *Kekasih Allah* dan seseorang yang telah diampuni seluruh kekhilafannya masih mencari malam lailatul qadr, lalu apakah kita pantas santai-santai saja?
Jika *Seorang Nabi terbaik* bangun untuk menghidupkan malam-malamnya, lalu kita membaca doa tidur?
Jika *Rasul -shallallahu 'alaihi wa sallam- sibuk membaca Alquran*, lalu orang seperti kita sibuk nongkrong di luar?
Lalu kita meremehkan??
Sibuk menonton TV acara yang tidak bermanfaat??
Saudaraku,
Ini kesempatan kita untuk memperbaiki jiwa, hati dan raga. Maka ayolah terus berbuat kebajikan dan menjahui segala laragannya.
Amiiinnnnn
Wednesday, 29 June 2016
REZEKIMU AKAN MENGEJARMU SEPERTI MAUT MENGEJARMU
🌺🌺🌺😍🌺🌺🌺
( Belajar Kehidupan dari Tukang Ketoprak)
Pulang kerja , mampir dulu beli titipan orang rumah.
Kali ini dititipin ketoprak.
Akhirnya ketemu gerobak ketoprak, kok ini gerobaknya kosong ga ada orang yang jaga.
"Pak, ini tukangnya mana Pak? " tanyaku ke tukang cukur di sebelahnya.
"Oh, lagi sholat dzuhur Pak. Dah dari tadi, bentar lagi datang" , jawabnya.
Sehubungan ini pesenan orang rumah, terpaksalah menunggu agak lama, kalo untuk diri sendiri mah sudah saya tinggal langsung.
Sedikit terlintas dalam hati, betapa banyak potensi pembeli yang akan hilang, kalo ditinggal lama begini.
Tak berapa lama datanglah tukang ketoprak tersebut,
"Beli ketoprak Pak satu". Ucapku.
Entah mengapa, tiba - tiba berubah pikiran, " dua deh Pak".
Kemudian datanglah beberapa orang yang antri ingin beli ketoprak. Entah darimana mereka, tadi saya menunggu sendiri ga ada orang lain, tiba - tiba mereka datang memesan ketoprak .
Masya Allah, tidak sedikit pedagang yang rela meninggalkan sholat demi menjaga dagangannya yang belum tentu ada orang beli.
Apalagi jika pelanggan sedang ramai. Atau mungkin pegawai kantoran, rela menunda sholat bahkan meninggalkan sholat hanya karena alasan sibuk kerja, meeting dan lain sebagainya. Mereka (dan juga kita) seakan lupa kalo Allah lah yang mengatur rezeki.
Tukang ketoprak ini, dengan yakinnya meninggalkan jualannya tuk sholat, seakan ia lari meninggalkan rezekinya, sekembalinya dari sholat ternyata rezeki datang bak lebah mengerumuni bunga. Bahkan Allah pun menggerakkan hati saya sendiri untuk membeli lebih dari yang seharusnya.
Sungguh benar perkataanmu wahai Nabiku,
لو أن ابن آدم هرب من رزقه كما يهرب من الموت لأدركه رزقه كما يدركه الموت
“Kalaulah anak Adam lari dari rezekinya (untuk menjalankan perintah Allah) sebagaimana ia lari dari kematian,, niscaya rezekinya akan mengejarnya sebagaimana kematian itu akan mengejarnya.”
( HR Ibnu Hibban No. 1084)
Semoga Allah menjadikan kita hamba-hambaNya yang selalu bertakwa, yg selalu mengutamakanNya.
Alkisah ada seorang Fakir Miskin melewati jalan Madinah.
Di sepanjang jalan, dia sering melihat oran g-orang makan Daging.
Diapun merasa sedih karena jarang sekali bisa makan Daging.
Dia pulang ke rumahnya dngan hati mendongkol.
Sesampai di rumah, istrinya menyuguhkan kedelai rebus.
Dngan hati terpaksa, dia memakan Kedelai itu seraya membuang kupasan Kulitnya ke luar jendela.
Dia sangat bosan dngan Kedelai.
Dia bilang kpada istrinya "Bagaimana hidup kita ini..?
Orang-orang makan Daging, kita masih makan Kedelai"
Tak lama kemudian, dia keluar ke jalan di pinggir rumahnya. Alangkah Terkejut, dia melihat seorang Lelaki Tua duduk di bawah jendela rumahnya sambil memungut Kulit-Kulit Kedelai yg tadi ia buang dan memakannya seraya bergumam:
الحمدلله الذي رزقني من غير حول مني ولا قوة
"Segala Puji bagi Allah SWT yg telah memberiku Rezeki tanpa harus mengeluarkan Tenaga"
Mendengar Ucapan Lelaki Tua itu, dia menitikkan Air Mata, seraya bergumam:
رضيت يا رب
"Sejak Detik ini, aku Rela dengan apapun yg Engkau berikan, ya Allah.."
👇👇
Rejeki itu yg penting Mengalir,,
Besar Kecil yg penting ada Alirannya..
Jngan harap mengalir seperti banjir,,
Kalau tak bisa berenang bisa tenggelam..
ﺇﻟﻰ ﻣﺘﻰ ﺃﻧﺖ ﺑﺎﻟﻠﺬﺍﺕ ﻣﺸﻐﻮﻝ#
ﻭﺃﻧﺖ ﻋﻦ ﻛﻞ ﻣﺎ ﻗﺪﻣﺖ ﻣﺴﺌﻮﻝ.
Sampai kapan engkau Sibuk dngn Kelezatan,
Sedangkan engkau akan di tanya tentang semua yg kau lakukan.
#sebarkan kebaikan
LAWAN BISIKAN ITU!
Jika setan membisiki dan menakut-nakutimu dengan kefakiran dan kemiskinan maka ingat-ingatlah dengan rejeki yang telah ditentukan,
{وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَاٍ} [هود : 6]
"Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya". (QS. Hūd 6)
( Belajar Kehidupan dari Tukang Ketoprak)
Pulang kerja , mampir dulu beli titipan orang rumah.
Kali ini dititipin ketoprak.
Akhirnya ketemu gerobak ketoprak, kok ini gerobaknya kosong ga ada orang yang jaga.
"Pak, ini tukangnya mana Pak? " tanyaku ke tukang cukur di sebelahnya.
"Oh, lagi sholat dzuhur Pak. Dah dari tadi, bentar lagi datang" , jawabnya.
Sehubungan ini pesenan orang rumah, terpaksalah menunggu agak lama, kalo untuk diri sendiri mah sudah saya tinggal langsung.
Sedikit terlintas dalam hati, betapa banyak potensi pembeli yang akan hilang, kalo ditinggal lama begini.
Tak berapa lama datanglah tukang ketoprak tersebut,
"Beli ketoprak Pak satu". Ucapku.
Entah mengapa, tiba - tiba berubah pikiran, " dua deh Pak".
Kemudian datanglah beberapa orang yang antri ingin beli ketoprak. Entah darimana mereka, tadi saya menunggu sendiri ga ada orang lain, tiba - tiba mereka datang memesan ketoprak .
Masya Allah, tidak sedikit pedagang yang rela meninggalkan sholat demi menjaga dagangannya yang belum tentu ada orang beli.
Apalagi jika pelanggan sedang ramai. Atau mungkin pegawai kantoran, rela menunda sholat bahkan meninggalkan sholat hanya karena alasan sibuk kerja, meeting dan lain sebagainya. Mereka (dan juga kita) seakan lupa kalo Allah lah yang mengatur rezeki.
Tukang ketoprak ini, dengan yakinnya meninggalkan jualannya tuk sholat, seakan ia lari meninggalkan rezekinya, sekembalinya dari sholat ternyata rezeki datang bak lebah mengerumuni bunga. Bahkan Allah pun menggerakkan hati saya sendiri untuk membeli lebih dari yang seharusnya.
Sungguh benar perkataanmu wahai Nabiku,
لو أن ابن آدم هرب من رزقه كما يهرب من الموت لأدركه رزقه كما يدركه الموت
“Kalaulah anak Adam lari dari rezekinya (untuk menjalankan perintah Allah) sebagaimana ia lari dari kematian,, niscaya rezekinya akan mengejarnya sebagaimana kematian itu akan mengejarnya.”
( HR Ibnu Hibban No. 1084)
Semoga Allah menjadikan kita hamba-hambaNya yang selalu bertakwa, yg selalu mengutamakanNya.
Alkisah ada seorang Fakir Miskin melewati jalan Madinah.
Di sepanjang jalan, dia sering melihat oran g-orang makan Daging.
Diapun merasa sedih karena jarang sekali bisa makan Daging.
Dia pulang ke rumahnya dngan hati mendongkol.
Sesampai di rumah, istrinya menyuguhkan kedelai rebus.
Dngan hati terpaksa, dia memakan Kedelai itu seraya membuang kupasan Kulitnya ke luar jendela.
Dia sangat bosan dngan Kedelai.
Dia bilang kpada istrinya "Bagaimana hidup kita ini..?
Orang-orang makan Daging, kita masih makan Kedelai"
Tak lama kemudian, dia keluar ke jalan di pinggir rumahnya. Alangkah Terkejut, dia melihat seorang Lelaki Tua duduk di bawah jendela rumahnya sambil memungut Kulit-Kulit Kedelai yg tadi ia buang dan memakannya seraya bergumam:
الحمدلله الذي رزقني من غير حول مني ولا قوة
"Segala Puji bagi Allah SWT yg telah memberiku Rezeki tanpa harus mengeluarkan Tenaga"
Mendengar Ucapan Lelaki Tua itu, dia menitikkan Air Mata, seraya bergumam:
رضيت يا رب
"Sejak Detik ini, aku Rela dengan apapun yg Engkau berikan, ya Allah.."
👇👇
Rejeki itu yg penting Mengalir,,
Besar Kecil yg penting ada Alirannya..
Jngan harap mengalir seperti banjir,,
Kalau tak bisa berenang bisa tenggelam..
ﺇﻟﻰ ﻣﺘﻰ ﺃﻧﺖ ﺑﺎﻟﻠﺬﺍﺕ ﻣﺸﻐﻮﻝ#
ﻭﺃﻧﺖ ﻋﻦ ﻛﻞ ﻣﺎ ﻗﺪﻣﺖ ﻣﺴﺌﻮﻝ.
Sampai kapan engkau Sibuk dngn Kelezatan,
Sedangkan engkau akan di tanya tentang semua yg kau lakukan.
#sebarkan kebaikan
LAWAN BISIKAN ITU!
Jika setan membisiki dan menakut-nakutimu dengan kefakiran dan kemiskinan maka ingat-ingatlah dengan rejeki yang telah ditentukan,
{وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَاٍ} [هود : 6]
"Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya". (QS. Hūd 6)
Beasiswa Penuh Kedokteran Arab Saudi
Khusus IKHWAN.
Dibuka kesempatan studi S1 Fakultas Kedokteran dan Laboratorium Medis di KSA dengan beasiswa penuh bagi siapa saja yang memenuhi kriteria sbb:
1. Muslim
2. Umur di bawah 25 tahun
3. Lancar berbahasa inggris
4. Nilai rata-rata Ijazah SMA di atas 9 pada jurusan IPA
5. Mengikuti tes kelayakan dan wawancara
Kelebihan:
- Beasiswa full mencakup biaya dan buku-buku pembelajaran
- Asrama gratis
- Tiket PP Qassim-Indonesia tiap tahunnya
- Uang saku hingga 1000 real/bulan
Bagi siapa yang memenuhi kriteria tersebut atau memiliki kenalan maka silakan datang untuk Tes dan Wawancara pada:
Hari/tanggal : Senin, 11 Juli 2016
Tempat : Ma'had Aly Ar-Rayah Sukabumi
TTD (info dan pendaftaran)
Abu Afnan (Wadir Ar-Rayah Bidang Humas)
+62 856-5953-0066
*info ini sudah saya klarifikasi ke salah satu akun yang menyebarkannya dan dijawab oleh salah satu kenalan mahasiswa di Qassim University, Ustadz Cholis Albariqy.
الجامعة التي تقدم المنح هي هذه
كليات سليمان الراجحي
Tertanda,
Departemen Pendidikan PPMI Arab Saudi
Kisah Muslim Sejati Masa Umar Bin Khattab
Suatu hari, Umar sedang duduk di bawah pohon kurma dekat Masjid Nabawi. Di sekelilingnya, para sahabat sedang asyik mendiskusikan sesuatu.
Tiba-tiba datanglah 3 orang pemuda. Dua pemuda memegangi seorang pemuda lusuh yang diapit oleh mereka.
Ketika sudah berhadapan dengan Umar, kedua pemuda yang ternyata kakak beradik itu berkata :
"Tegakkanlah keadilan untuk kami, wahai Amirul Mukminin!"
"Qishashlah pembunuh ayah kami sebagai had atas kejahatan pemuda ini !".
Umar segera bangkit dan berkata :
"Bertakwalah kepada Allah, benarkah engkau membunuh ayah mereka, wahai anak muda?"
Pemuda lusuh itu menunduk sesal dan berkata :
"Benar, wahai Amirul Mukminin."
"Ceritakanlah kepada kami kejadiannya.", tukas Umar.
Pemuda lusuh itu kemudian memulai ceritanya :
"Aku datang dari pedalaman yang jauh, kaumku memercayakan aku untuk suatu urusan muammalah untuk kuselesaikan di kota ini. Sesampainya aku di kota ini, ku ikat untaku pada sebuah pohon kurma lalu kutinggalkan dia (unta). Begitu kembali, aku sangat terkejut melihat seorang laki-laki tua sedang menyembelih untaku, rupanya untaku terlepas dan merusak kebun yang menjadi milik laki-laki tua itu. Sungguh, aku sangat marah, segera ku cabut pedangku dan kubunuh ia (lelaki tua tadi). Ternyata ia adalah ayah dari kedua pemuda ini."
"Wahai, Amirul Mukminin, kau telah mendengar ceritanya, kami bisa mendatangkan saksi untuk itu.", sambung pemuda yang ayahnya terbunuh.
"Tegakkanlah had Allah atasnya!" timpal yang lain.
Umar tertegun dan bimbang mendengar cerita si pemuda lusuh.
"Sesungguhnya yang kalian tuntut ini pemuda shalih lagi baik budinya. Dia membunuh ayah kalian karena khilaf kemarahan sesaat", ujarnya.
"Izinkan aku, meminta kalian berdua memaafkannya dan akulah yang akan membayarkan diyat (tebusan) atas kematian ayahmu", lanjut Umar.
"Maaf Amirul Mukminin," sergah kedua pemuda masih dengan mata marah menyala,
"Kami sangat menyayangi ayah kami, dan kami tidak akan ridha jika jiwa belum dibalas dengan jiwa".
Umar semakin bimbang, di hatinya telah tumbuh simpati kepada si pemuda lusuh yang dinilainya amanah, jujur, dan bertanggung jawab.
Tiba-tiba si pemuda lusuh berkata :
"Wahai Amirul Mukminin, tegakkanlah hukum Allah, laksanakanlah qishash atasku. Aku ridha dengan ketentuan Allah", ujarnya dengan tegas.
"Namun, izinkan aku menyelesaikan dulu urusan kaumku. Berilah aku tangguh 3 hari. Aku akan kembali untuk diqishash".
"Mana bisa begitu?", ujar kedua pemuda yang ayahnya terbunuh.
"Nak, tak punyakah kau kerabat atau kenalan untuk mengurus urusanmu?", tanya Umar.
"Sayangnya tidak ada, Amirul Mukminin".
"Bagaimana pendapatmu jika aku mati membawa hutang pertanggung jawaban kaumku bersamaku?", pemuda lusuh balik bertanya kepada Umar.
"Baik, aku akan memberimu waktu tiga hari. Tapi harus ada yang mau menjaminmu, agar kamu kembali untuk menepati janji." kata Umar.
"Aku tidak memiliki seorang kerabatpun di sini. Hanya Allah, hanya Allah-lah penjaminku wahai orang-orang beriman", rajuknya.
Tiba-tiba dari belakang kerumunan terdengar suara lantang :
"Jadikan aku penjaminnya, wahai Amirul Mukminin".
Ternyata Salman al-Farisi yang berkata.
"Salman?" hardik Umar marah.
"Kau belum mengenal pemuda ini, Demi Allah, jangan main-main dengan urusan ini".
"Perkenalanku dengannya sama dengan perkenalanmu dengannya, yaa, Umar. Dan aku mempercayainya sebagaimana engkau percaya padanya", jawab Salman tenang.
Akhirnya dengan berat hati, Umar mengizinkan Salman menjadi penjamin si pemuda lusuh. Pemuda itu pun pergi mengurus urusannya.
Hari pertama berakhir tanpa ada tanda-tanda kedatangan si pemuda lusuh. Begitupun hari kedua. Orang-orang mulai bertanya-tanya apakah si pemuda akan kembali. Karena mudah saja jika si pemuda itu menghilang ke negeri yang jauh.
Hari ketiga pun tiba. Orang-orang mulai meragukan kedatangan si pemuda, dan mereka mulai mengkhawatirkan nasib Salman, salah satu sahabat Rasulullah S.A.W. yang paling utama.
Matahari hampir tenggelam, hari mulai berakhir, orang-orang berkumpul untuk menunggu kedatangan si pemuda lusuh. Umar berjalan mondar-mandir menunjukkan kegelisahannya. Kedua pemuda yang menjadi penggugat kecewa karena keingkaran janji si pemuda lusuh.
Akhirnya tiba waktunya penqishashan. Salman dengan tenang dan penuh ketawakkalan berjalan menuju tempat eksekusi. Hadirin mulai terisak, karena menyaksikan orang hebat seperti Salman akan dikorbankan.
Tiba-tiba di kejauhan ada sesosok bayangan berlari terseok-seok, jatuh, bangkit, kembali jatuh, lalu bangkit kembali.
”Itu dia!” teriak Umar.
“Dia datang menepati janjinya!”.
Dengan tubuhnya bersimbah peluh dan nafas tersengal-sengal, si pemuda itu ambruk di pangkuan Umar.
”Hh..hh.. maafkan.. maafkan.. aku, wahai Amirul Mukminin..” ujarnya dengan susah payah,
“Tak kukira... urusan kaumku... menyita... banyak... waktu...”.
”Kupacu... tungganganku... tanpa henti, hingga... ia sekarat di gurun... Terpaksa... kutinggalkan... lalu aku berlari dari sana..”
”Demi Allah”, ujar Umar menenanginya dan memberinya minum,
“Mengapa kau susah payah kembali? Padahal kau bisa saja kabur dan menghilang?” tanya Umar.
”Aku kembali agar jangan sampai ada yang mengatakan... di kalangan Muslimin... tak ada lagi ksatria... menepati janji...” jawab si pemuda lusuh sambil tersenyum.
Mata Umar berkaca-kaca, sambil menahan haru, lalu ia bertanya :
“Lalu kau, Salman, mengapa mau- maunya kau menjamin orang yang baru saja kau kenal?"
Kemudian Salman menjawab :
" Agar jangan sampai dikatakan, dikalangan Muslimin, tidak ada lagi rasa saling percaya dan mau menanggung beban saudaranya”.
Hadirin mulai banyak yang menahan tangis haru dengan kejadian itu.
”Allahu Akbar!”, Tiba-tiba kedua pemuda penggugat berteriak.
“Saksikanlah wahai kaum Muslimin, bahwa kami telah memaafkan saudara kami itu”.
Semua orang tersentak kaget.
“Kalian...” ujar Umar.
“Apa maksudnya ini? Mengapa kalian..?” Umar semakin haru.
Kemudian dua pemuda menjawab dengan membahana :
”Agar jangan sampai dikatakan, di kalangan Muslimin tidak ada lagi orang yang mau memberi maaf dan sayang kepada saudaranya”.
”Allahu Akbar!” teriak hadirin.
Pecahlah tangis bahagia, haru dan sukacita oleh semua orang.
MasyaAllah..., saya bangga menjadi muslim bersama kita ksatria-ksatria muslim yang memuliakan al islam dengan berbagi pesan nasehatnya untuk berada dijalan-Nya..
Allahu Akbar…!
Tuesday, 28 June 2016
Tidak Ada Jalan Pulang
Panglima perang Thariq bin Ziyad bersama 700 tentara yang mayoritas berasal dari suku Berber, menyeberang ke Spayol di tahun 711 M, ia mendarat dekat gunung besar kelak dinamai dengan namanya.
Setelah berhasil menyeberang ke daratan Spayol, tiba-tiba Thariq mengambil langkah yang hingga sampai kini membuat tercengang para ahli sejarah. Ia membakar perahu-perahu yang di gunakan untuk mengankut pasukanya, lalu ia berdiri di hadapan para tentara seraya berkata dengan lantang dan beribawa.
" Dimana jalan pulang? Laut berada di belakang kalian, sungguh kalian tidak memiliki apa-apa kecuali sikap benar dan sabar, PERANG ATAU MATI"
Setelah itu pasukan islam meraih kemenangan yang gemilang, yang mapu mengalihkan pasukan Roderick.
Hikmah
Kekuatan hati, kekuatan iman kepada tuhan membuat kita teguh percaya diri dan tak takut mati, sikap pemberani akan muncul dikala kita dihimpit kepanikan, mengambil keputusan yang berani membuat jati diri kita berkata "inilah kita, yang harus melawa rasa takut"
Jangan sekali-kali menoleh kebelakang walaupun hambatan sangat besar di depan, laut yang lentang membunuh atau pasukan di depan, langkah mana yang akan kita ambil, apakah kembali kebelakang mati di dasar lautan ataukah berjuang kedepan mengarugi darah titik penghabisan.
Sunday, 26 June 2016
Beasiswa Institut Kesehatan Indonesia
Bagi adinda yang ingin melanjutkan sekolah namun bunda hampir tak mampu mewujudkan bersebab sang ayah telah tiada, biidznillah, Ini untuk kalian, moga manfaat ya sholih sholihah..
---
PENGUMUMAN
Masih tersedia beasiswa bagi anak yatim untuk kuliah di Institut Kesehatan Indonesia (IKI) Jakarta tahun 2016 dengan syaratnya sbb:
1. KK & KTP IBU;
2. Keterangan ke matian ayah;
3. Akte kelahiran siswa ybs (jika ada)
4. Copy SKL tahun 2016 dan atau ijazah 2012 - 2015
5. Foto pakain sma full badan 3R = 1 dan fas foto 3 X 4 = 5
6. Siswa muslim;
7, Kontak ke Institut Kesehatan Indonesia, up Drs.H.Rustam Effendi, M.Si - Wakil Rektor III.
Nomor kontak HP 081286764888 telp 021 45858899.
Alamat kampus jl Boulevard Barat Raya (Hypermart mall lt 3) Kelapa Gading Jakut.
Mohon bantuannya untuk dishare ke siswa, sahabat, tetangga dan saudara.
---
PENGUMUMAN
Masih tersedia beasiswa bagi anak yatim untuk kuliah di Institut Kesehatan Indonesia (IKI) Jakarta tahun 2016 dengan syaratnya sbb:
1. KK & KTP IBU;
2. Keterangan ke matian ayah;
3. Akte kelahiran siswa ybs (jika ada)
4. Copy SKL tahun 2016 dan atau ijazah 2012 - 2015
5. Foto pakain sma full badan 3R = 1 dan fas foto 3 X 4 = 5
6. Siswa muslim;
7, Kontak ke Institut Kesehatan Indonesia, up Drs.H.Rustam Effendi, M.Si - Wakil Rektor III.
Nomor kontak HP 081286764888 telp 021 45858899.
Alamat kampus jl Boulevard Barat Raya (Hypermart mall lt 3) Kelapa Gading Jakut.
Mohon bantuannya untuk dishare ke siswa, sahabat, tetangga dan saudara.
# Tinta tak berwarna # Imam Syafi'i
Konon di perhujung desa yang terpencil di sebuah balai pengajian, seseorang anak sambil menyimak dan mendegar syarahan sang guru bersama anak-anak lain, aneh nya anak tersebut tidak membawa pena atau buku untuk menulis syarahan dari guru nya.
Setiap guru nya menjelaskan ia selalu mengambil air liur dengan ujung tangan nya dan menulis di telapat tanggan kanan.
Melihat muridnya agak berbeda sang guru bertanyak wahai muridku hal apa yang sudah engkau lakukan, bagaimana mungkin engkau menulis dengan air liur.
Wahai guru walaupun aku menulis dengan air liur " insyallah saya bisa menghafal dan mengulang semua syarahan guru.
Sang gura terpukau melihat begitu hebatnya murid tersebut.
Sehinggah sang guru berkata wahai syafi'i engkau sungguh luar biasa.
Dekimianlah sosok guru besar islam imam Syafi'i beliau sungguh luar biasa.
Subscribe to:
Posts (Atom)



